Tugu 17 Mei: Penjaga Semangat Banua yang Tak Pernah Padam
- May 17, 2025
- Ahmad Riyadi
- Info Banua, Sejarah
Setiap tanggal 17 Mei, masyarakat Kalimantan Selatan mengenang momen penting dalam sejarah perjuangan daerah: Proklamasi Kalimantan 17 Mei 1949. Sebuah deklarasi penuh keberanian dari bumi Banua bahwa Kalimantan adalah bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Di tengah gelombang kolonialisme Belanda yang masih berupaya menguasai nusantara lewat skenario negara federal, suara dari pedalaman Kandangan menggema kuat: “Kami bagian dari Republik Indonesia!”
Ketika Kalimantan Menolak Diam
Pasca Perjanjian Linggarjati tahun 1947, Republik Indonesia hanya diakui berdaulat atas Jawa, Madura, dan Sumatera. Kalimantan—meski telah lama turut berjuang—justru "dikeluarkan" dari peta republik. Tapi Banua tidak tinggal diam. Dipimpin oleh Letkol Hasan Basry, pejuang dari ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan bergerilya di hutan-hutan Kalimantan Selatan, menyusun kekuatan, dan akhirnya pada 17 Mei 1949, mereka membacakan Proklamasi Kalimantan di Mandapai, Kandangan.
Simbol Perlawanan dan Semangat Banua
Sebagai bentuk penghargaan terhadap semangat juang rakyat Kalimantan, dibangunlah sebuah monumen monumental yang dikenal sebagai Tugu 17 Mei atau Tugu Pancasila.
Tugu ini terletak di Jalan A. Yani Kilometer 17, tepatnya di wilayah Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Tugu ini diresmikan pada 17 Mei 1985 oleh Gubernur Kalimantan Selatan saat itu, Ir. H. M. Said. Bentuknya yang menjulang dengan lambang Pancasila di puncaknya mencerminkan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh rakyat Kalimantan: kemerdekaan, keadilan, dan kesatuan.
Tugu ini bukan hanya penanda sejarah, tetapi juga ikon perjuangan Banua yang mengingatkan setiap orang yang melintas akan tekad rakyat Kalimantan dalam mempertahankan kemerdekaan.
17 Mei adalah hari ketika suara dari Banua menembus sunyi nusantara: Kalimantan tak akan lepas dari Indonesia. Melalui Tugu 17 Mei di Gambut, semangat itu tetap berdiri kokoh — menjadi pengingat bagi generasi hari ini, bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil dari nyala tekad dan keberanian.