Rapat Pra Musyawarah Desa Khusus Persiapan Pembentukan Koperasi Merah Putih
- May 21, 2025
- dh
- Berita Desa, Pemberdayaan Masyarakat
Tambak Sirang Baru, 22 Mei 2025 – Pemerintah Desa Tambak Sirang Baru melaksanakan Rapat Pra Musyawarah Desa (Pramusdes) pada Rabu, 21 Mei 2025, sebagai persiapan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka pembentukan Koperasi Merah Putih. Agenda ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Rapat digelar di Kantor Desa dan dihadiri oleh seluruh perangkat desa, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pemuda desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi dan menyusun rancangan pembentukan koperasi agar saat Musdesus pada Selasa, 27 Mei 2025, seluruh tahapan dapat berjalan efektif dan partisipatif.
Sekretaris Desa Tambak Sirang Baru, Ahmad Riyadi, menyampaikan bahwa koperasi ini akan menjadi wadah bersama untuk membangun kemandirian ekonomi warga.
“Kami menyambut baik arahan dari Presiden melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2025. Ini menjadi momentum penting bagi desa untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis kebersamaan. Koperasi Merah Putih akan kami dorong agar benar-benar dikelola oleh dan untuk warga,” ujarnya.
Babinsa Tambak Sirang Baru, Pelda Mawardi, menyatakan dukungannya terhadap langkah ini.
“Kami siap mendampingi dan mendukung penuh agar pembentukan koperasi berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat nyata bagi warga,” katanya.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Briptu Aipda Sainal menambahkan,
“Koperasi yang dibangun secara terbuka dan partisipatif akan memperkuat solidaritas sosial dan mengurangi potensi konflik ekonomi di masyarakat.”
Musdesus pada 27 Mei nanti akan difokuskan pada pembentukan struktur organisasi koperasi, penetapan AD/ART, serta kesepakatan awal usaha koperasi yang sesuai dengan potensi lokal desa.
Pemerintah Desa Tambak Sirang Baru mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembentukan Koperasi Merah Putih ini sebagai tonggak kemandirian ekonomi, sesuai dengan semangat gotong royong dan arahan kebijakan nasional.